TO IMPROVE IS TO CHANGE

It’s a media-sharing to foster better life

Archive for July 5th, 2009

Anak-Anak Kecil di Lampu Merah

without comments

Anak-anak kecil di lampu merah

Masih berumur delapan, sembilan, atau sepuluh tahun

 

Wahai anak-anak kecil di lampu merah

Waktu aku seumuran kalian

Aku diajari oleh ibu guru untuk dapat mengarang sebuah cerita indah

Apakah kalian juga diajari hal seperti itu?

Atau malah kalian sebenarnya sudah sangat mahir mengarang sebuah cerita

Cerita tentang kerasnya perjuangan hidup kalian sendiri

 

Waktu aku seumuran kalian

Aku mengisi hari-hariku dengan bermain

Apakah kalian tidak ingin bermain juga seperti aku dulu?

Atau kalian malah tidak sempat terpikirkan untuk bermain

Karena sibuk mengurus diri biar perut kalian bisa terisi

 

Waktu aku seumuran kalian

Aku bermimpi untuk jadi Isaac Newton dan Bung Hatta berikutnya

Apakah mimpi kalian juga sama denganku?

Atau mimpi kalian cuma sebatas untuk dapat makan esok hari

 

Waktu aku seumuran kalian

Aku merasa bahwa dunia ini tidak adil

Karena aku tidak bisa mendapatkan semua yang aku inginkan

Apakah kalian juga memiliki perasaan ketidakadilan yang sama?

Atau malah kalian justru merasa bahwa dunia ini masih adil

Selama kalian masih bisa makan

Selama kalian masih bisa memainkan alat musik kalian

Selama kalian masih bisa menari dan menyanyi

Bersama teman-teman kalian

Anak-anak kecil di lampu merah

Written by Rully Tri Cahyono

July 5, 2009 at 5:17 pm

Posted in The power of words

Wahai Hidup

without comments

Wahai hidup

Dulu aku pernah berjanji

Suatu saat akan kubuka tirai yang selama ini membuat engkau begitu pemalu

Tirai yang selama ini membuat otakku selalu bekerja keras

Memikirkan apa yang kau takdirkan kepadaku esok hari

 

Wahai hidup

Tidakkah engkau mengetahui

Sifatmu yang pemalu itu membuatku jadi bermuka dua

Memelas-melas minta kebaikan kau anugerahkan kepadaku

Tetapi segera mencaci

Begitu kegagalan terus-menerus diderakan padaku seiring berjalannya sang waktu

 

Wahai hidup

Bukankah engkau pernah berjanji kepadaku untuk memberikan sebilah pisau tajam

Biar aku bisa koyak tirai yang menutupi dirimu selama ini

Biar aku bisa lihat apa yang kau rencanakan kepadaku di balik tirai itu

 

Wahai hidup

Mengapa engkau tidak kunjung memberikan pisau itu

Mengapa juga aku tidak kunjung bisa menemukan pisau itu

Atau aku memang tidak bakal pernah bisa mendapatkan pisau itu

 

Wahai hidup

Engkau memang sungguh pemalu

Pisau untuk membuka tiraimu itu pun kau sembunyikan

Aku tahu kau memang ingin membuatku bekerja keras seumur hidup

Suatu saat pasti kutemukan pisau itu dan kukoyak tiraimu

Written by Rully Tri Cahyono

July 5, 2009 at 5:16 pm

Posted in The power of words