Archive for July 5th, 2009
Anak-Anak Kecil di Lampu Merah
Anak-anak kecil di lampu merah
Masih berumur delapan, sembilan, atau sepuluh tahun
Wahai anak-anak kecil di lampu merah
Waktu aku seumuran kalian
Aku diajari oleh ibu guru untuk dapat mengarang sebuah cerita indah
Apakah kalian juga diajari hal seperti itu?
Atau malah kalian sebenarnya sudah sangat mahir mengarang sebuah cerita
Cerita tentang kerasnya perjuangan hidup kalian sendiri
Waktu aku seumuran kalian
Aku mengisi hari-hariku dengan bermain
Apakah kalian tidak ingin bermain juga seperti aku dulu?
Atau kalian malah tidak sempat terpikirkan untuk bermain
Karena sibuk mengurus diri biar perut kalian bisa terisi
Waktu aku seumuran kalian
Aku bermimpi untuk jadi Isaac Newton dan Bung Hatta berikutnya
Apakah mimpi kalian juga sama denganku?
Atau mimpi kalian cuma sebatas untuk dapat makan esok hari
Waktu aku seumuran kalian
Aku merasa bahwa dunia ini tidak adil
Karena aku tidak bisa mendapatkan semua yang aku inginkan
Apakah kalian juga memiliki perasaan ketidakadilan yang sama?
Atau malah kalian justru merasa bahwa dunia ini masih adil
Selama kalian masih bisa makan
Selama kalian masih bisa memainkan alat musik kalian
Selama kalian masih bisa menari dan menyanyi
Bersama teman-teman kalian
Anak-anak kecil di lampu merah
Wahai Hidup
Wahai hidup
Dulu aku pernah berjanji
Suatu saat akan kubuka tirai yang selama ini membuat engkau begitu pemalu
Tirai yang selama ini membuat otakku selalu bekerja keras
Memikirkan apa yang kau takdirkan kepadaku esok hari
Wahai hidup
Tidakkah engkau mengetahui
Sifatmu yang pemalu itu membuatku jadi bermuka dua
Memelas-melas minta kebaikan kau anugerahkan kepadaku
Tetapi segera mencaci
Begitu kegagalan terus-menerus diderakan padaku seiring berjalannya sang waktu
Wahai hidup
Bukankah engkau pernah berjanji kepadaku untuk memberikan sebilah pisau tajam
Biar aku bisa koyak tirai yang menutupi dirimu selama ini
Biar aku bisa lihat apa yang kau rencanakan kepadaku di balik tirai itu
Wahai hidup
Mengapa engkau tidak kunjung memberikan pisau itu
Mengapa juga aku tidak kunjung bisa menemukan pisau itu
Atau aku memang tidak bakal pernah bisa mendapatkan pisau itu
Wahai hidup
Engkau memang sungguh pemalu
Pisau untuk membuka tiraimu itu pun kau sembunyikan
Aku tahu kau memang ingin membuatku bekerja keras seumur hidup
Suatu saat pasti kutemukan pisau itu dan kukoyak tiraimu