TO IMPROVE IS TO CHANGE

It’s a media-sharing to foster better life

Wahai Hidup

leave a comment »

Wahai hidup

Dulu aku pernah berjanji

Suatu saat akan kubuka tirai yang selama ini membuat engkau begitu pemalu

Tirai yang selama ini membuat otakku selalu bekerja keras

Memikirkan apa yang kau takdirkan kepadaku esok hari

 

Wahai hidup

Tidakkah engkau mengetahui

Sifatmu yang pemalu itu membuatku jadi bermuka dua

Memelas-melas minta kebaikan kau anugerahkan kepadaku

Tetapi segera mencaci

Begitu kegagalan terus-menerus diderakan padaku seiring berjalannya sang waktu

 

Wahai hidup

Bukankah engkau pernah berjanji kepadaku untuk memberikan sebilah pisau tajam

Biar aku bisa koyak tirai yang menutupi dirimu selama ini

Biar aku bisa lihat apa yang kau rencanakan kepadaku di balik tirai itu

 

Wahai hidup

Mengapa engkau tidak kunjung memberikan pisau itu

Mengapa juga aku tidak kunjung bisa menemukan pisau itu

Atau aku memang tidak bakal pernah bisa mendapatkan pisau itu

 

Wahai hidup

Engkau memang sungguh pemalu

Pisau untuk membuka tiraimu itu pun kau sembunyikan

Aku tahu kau memang ingin membuatku bekerja keras seumur hidup

Suatu saat pasti kutemukan pisau itu dan kukoyak tiraimu

Written by Rully Tri Cahyono

July 5, 2009 at 5:16 pm

Posted in The power of words

Leave a Reply